AGRONOMIKA
http://journal.uniba.ac.id/index.php/AGR
<p>Jurnal Agronomika, Menerima naskah ilmiah dari ilmuwan/akademisi dan praktisi di bidang pertanian atau yang terkait, bisa berupa hasil penelitian, studi kasus, maupun inovasi baru yang belum pernah dipublikasikan untuk mendukung pembangunan pertanian. Jurnal ini memuat hasil penelitian pertanian. JURNAL AGRONOMIKA mencakup penelitian di bidang berikut: Konservasi pertanian; Manajemen Hama; Pertanian organik; Pemuliaan Tanaman; Permakultur meliputi aspek ekonomi pertanian berkelanjutan; Agribisnis; Masalah sosial-ekonomi pertanian; Pembangunan pertanian; Agroindustri; Diversifikasi pertanian.</p> <p>Jurnal terbit dua kali setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Naskah ilmiah harus ditulis dalam bahasa Indonesia. Penulis setuju untuk mengalihkan hak cipta dari Fakultas Pertanian - UNIBA, jika dan ketika manuskrip diterima dan diterbitkan.</p> <p>p-ISSN : 1693-0142<br />e-ISSN : 2597-9019</p>Universitas Islam Batik Surakartaid-IDAGRONOMIKA1693-0142PERTUMBUHAN BENIH KENTANG SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN TEMPORARY IMMERSION BIOREACTOR (TIB)
http://journal.uniba.ac.id/index.php/AGR/article/view/1121
<p>Metode perbanyakan benih kentang dalam bentuk <em>plantlet</em> seringkali menggunakan metode konvensional yaitu kultur dengan media padat. Penggunaan metode ini saat ini kurang efektif, karena memerlukan banyak biaya dan tenaga dalam pengerjaannya. Oleh sebab itu perlu adanya pengembangan metode baru. Percobaan dilakukan untuk membandingkan pertumbuhan benih kentang dalam media padat (konvensional) dengan media cair (<em>Temporary Immersion Bioreactor</em>). Varietas Granola Kembang dan Granola Lembang diinokulasi dalam dua jenis media yang berbeda, yaitu media MS (<em>Murashige and Skoog</em>) dengan adanya penambahan agar-agar, dan media cair tanpa penambahan agar-agar. Eksplan diinkubasi dalam ruang kultur dengan suhu 20° C - 22° C dengan penyinaran 16 jam terang, dan 8 jam gelap. Sistem TIB diatur kontak media nutrisi dengan eksplan berdurasi 15 menit setiap 60 menit selama 3 pekan. Parameter pertumbuhan yang diamati, diantaranya panjang <em>plantlet, </em>diameter batang, jumlah tunas, jumlah akar, panjang akar, jumlah daun dan kandungan klorofil a, b, dan total<em>. </em>Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan teknologi TIB (<em>Temporary Immersion Bioreactor</em>) menghasilkan <em>plantlet </em>dengan tinggi yang cukup berbeda dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan TIB Granola Lembang sebesar 15,36 cm, jumlah tunas lebih banyak sebesar 3,7 pada perlakuan sistem TIB varietas Granola Lembang, memiliki diameter batang yang lebih besar pada perlakuan TIB varietas Granola Kembang sebesar 1,12 cm, jumlah akar yang lebih banyak 17,7 pada perlakuan TIB Granola Lembang begitupula panjang akar terbaik pada perlakuan yang sama sebesar 11,25 cm, jumlah daun yang lebih banyak sebesar 9,9 pada perlakuan TIB Granola Kembang, dan kandungan total klorofil yang tinggi yaitu sebesar 0,32 ppm pada perlakuan TIB Granola Kembang.</p>syarif husen
Hak Cipta (c) 2024
2024-07-102024-07-102201110ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BERAS DI DESA SOKOBOYO KECAMATAN SLOGOHIMO, KABUPATEN WONOGIRI
http://journal.uniba.ac.id/index.php/AGR/article/view/1207
<p>Beras merupakan komoditas yang memegang posisi strategis, beras juga menjadi industri strategis bagi perekonomian nasional. Sistem pemasaran biasanya berkisar pada kegiatan antara pemasok barang. Proses pemasaran beras/gabah dari petani akan mengalami proses yang panjang dan akan mengalami perubahan harga dari petani ke tangan konsumen melalui lembaga pemasaran yang ada. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis besarnya margin dan efisiensi saluran pemasaran beras. Penelitian dilaksanakan di Desa Sokoboyo Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri pada bulan April 2020 sampai dengan selesai dengan jumlah informan sebanyak 20 orang yang terdiri dari 9 informan petani, 4 informan penggilingan dan 8 informan pedagang pengecer dengan menggunakan metode snow ball sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Wonogiri dan instansi terkait lainnya. Analisis yang digunakan dalam studi ini yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan rumus margin pemasaran dan efesiensi pemasaran. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat dua jenis saluran pemasaran beras, yaitu; 1) petani-pedagang pengumpul (penggiling)-pedagang pengecer-konsumen, 2) petani-pedagang pengumpul (penggiling)-pedagang besar, dengan margin untuk saluran pertama Rp.3.700 dengan tingkat efisiensi 13,1% dan margin untuk saluran kedua yaitu Rp.2.700 dengan tingkat efisiensi 11,4%. hal ini menunjukkan bahwa kedua saluran pemasaran tersebut telah efisien.</p>dwi Sucahyo
Hak Cipta (c) 2024
2024-07-102024-07-1022013035