PENINGKATAN HASIL CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) DENGAN MENGGUNAKAN EFEKTIF MIKROORGANISME (EM4)

Shalahuddin Mukti Prabowo Sangrani Annisa Dewi Dwi Susilarto

Abstract


Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) termasuk salah satu komoditi sayuran yang mempunyai nilai  ekonomi yang cukup tinggi, karena peranannya yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan domestik sebagai komoditi ekspor dan industri pangan. Cabai juga digunakan sebagai penyedap masakan dan penambah selera makan sehingga masakan tanpa cabai terasa tawar dan hambar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh EM4 pada tanaman cabai rawit sehingga diperoleh hasil yang maksimal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, yaitu percobaan faktorial dengan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan  yaitu dosis EM4 (E) dan waktu pemberian EM4 (W). Total ada 10 kombinasi perlakuan, dengan setiap perlakuan 3 tanaman dan 3 kali ulangan, sehingga ada 90 tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dosis EM4 dengan waktu aplikasi 15 hari sekali adalah kombinasi perlakuan yang paling baik terhadap jumlah buah cabai dan berat buah cabai.

Keywords


cabai rawit, EM4, hasil cabai rawit

References


Arsyid, A.M.A. & Sofyan. (1998). Effect of Concentration and Application Interval of EM4 on Growth and Yield of Cotton (Gossypium hirsutum L.). J. Agronomi 26(1):9 -15. Budyanto, E.C., Aziez, A., Haryuni. (2009). Pengaruh aplikasi EM4 da interval waktu

aplikasi terhadap pertumbuhan dan hasil tomat (Solanum lycopersicum Miller). Tersedia pada: edycahyo.files.wordpress.com/ 2009/11/artikel-edy-cahyo.doc. Diakses pada 31 Oktober 2017. Chandra & Adi, I.G.A. (2014). Deteksi Simultan Cmv Dan Chivmv Penyebab Penyakit Mosaik Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dengan Duplex Rt-Pcr. Tesis. Universitas Udayana Higa, T. (1998). Studies on the application of Effective Microorganisme in nature farming II : The practical application of Effective Microorganisms in Japan. Atam, Japan: International Nature Farming Research Center. Jumini, Hasanuddin, Imran, S. (2012). IbM Kelompok Tani Pemakmue Tani dan Ibu PKK Desa Blangkrueng. Laporan Pengabdian Masyarakat. Darussalam Banda Aceh: LPKM Unsyiah.. Panchaban, S. (1994). Effect of EM on growth and yield of corn. In: J F. Parr, S.B Hornick and M. E, Simpson (eds). Proc. of the Conference on Nature Farming for a Sustainable Agriculture. Santa Barbara. Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian. (2016). Outlook: Komoditas Pertanian Sub sektor Hortikultura Cabai. Jakarta: Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian. Rai, M. K. Ed. (2006). Handbook of Microbial EM4s. New York Food Products Press-The Haworth Press Inc. Saptana, E.L. Hastuti, K.S. Indrianingsih, Ashari, S. Friyanto, Sunarsih, Daris, V. (2005). Pengembangan model kelembagaan kemitraan usaha yang berdaya saing di kawasan sentra produksi hortikultura. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Sastrodilaga, K. (1993). Effective Microorganism 4 (EM4). Makalah Seminar Sehari Pertanian Akrab Lingkungan. Tidak dipublikasikan. Setiadi. (2008). Bertanam Cabai (edisi revisi). Jakarta: PT. Penebar Swadaya. Simanungkalit, R.D.M., Suriadikarta, D.A., Saraswati, R., Setyorini, D., Hartatik, W. (2006). Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Bogor: Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian


Refbacks

  • There are currently no refbacks.