PERBANDINGAN KUALITAS PAKAN UNTUK TERNAK DARI SISA HASIL RUMAH MAKAN DENGAN METODE FERMENTASI DAN PENGERINGAN

Dughita, P. Awaliya Kusuma, A. Awalokta

Abstract


Limbah yang umumnya berasal dari dapur, seperti bagian dari sayuran yang tidak termasak, minyak bekas menggoreng, atau sisa-sisa makanan yang tidak habis disantap tamu, merupakan bagian yang terkontribusi terhadap pencemaran lingkungan. Apabila limbah ini dibuang ke lingkungan, dapat menimbulkan dampak negatif di saat mencapai jumlah atau konsentrasi tertentu. Teknologi yang dapat digunakan salah satunya adalah metode fermentasi dan pengeringan. Fermentasi merupakan suatu proses produksi suatu produk dengan mikroba sebagai organisme pemproses, sedangkan pengeringan merupakan pengurangan kadar air pada pakan. Dengan pengolahan tersebut diharapkan sisa hasil rumah makan dapat dimanfaatkan sebagai pakan. Berdasarkan hasil perbandingan kedua kandungan nutrien pada masing – masing metode mencukupi untuk dijadikan pakan alternatif untuk ternak untuk jenis unggas maupun ikan. Sisa hasil rumah makan dengan metode pengeringan dapat langsung diberikan ke ternak unggas namun baiknya diberikan tambahan bahan pakan seperti dedak padi, bekatul maupun konsentrat agar kandungan nutrien nya lebih mencukupi untuk diberikan ke ternak. Hasil sisa rumah makan dengan metode fermentasi dapat langsung diberikan ke ternak karena kandungan nutrien yang sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok ternak.


References


Anggraeny, Y. N dan U. Umiyasih. 2009. Pengaruh Fermentasi Saccharomyces cerevisiae Terhadap Kandungan Nutrisi Dan Kecernaan Ampas Pati Aren (Arenga pinnata MERR.). Seminar Nasional Teknologi Peternkan Dan Veteriner. Pasuruan

Apriyantono, A. 2002. Pengaruh pengolahan terhadap nilai gizi dan keamanan pangan. Seminar on-line Kharisma ke-2. http://www.google.com/seacrhwww.kharisma.com [28 Juli 2006].

Ardhana, M. 1982. The Microbial Ecology of Tape Ketan Fermentation. Thsi. The University of New Shouth Wales. Sydney

Chopra, A, and G. H. Fleet. 1986. Lipid metabolism of fungi. Crit. Rev. Microbiol. 11 : 209

Fajarudin, M. W., Junus, M., & Setyowati, E. 2014. Pengaruh lama fermentasi EM-4 terhadap kandungan protein kasar padatan kering lumpur organik unit gas bio. Jurnal Ilmu – ilmu peternakan, Vol. 11 No. 1 hal 22.

Frazier, W.C. dan D.C. Westhoff. 1987. Food Microbiology. Tata McGraw-Hill Publ. Co. Ltd., New Delhi.

Kadek Aditya Wirajaya. 2005. Pengaruh Lama Fermentasi Secara Anaerob Cairan Pulpa Hasil Samping Fermentasi Biji Kakao Terhadap Karakteristik Alkohol. Fakultas Teknologi Pertanian, Unud.

Kunaepah, U. 2008. Pengaruh Lama Fermentasi dan Konsentrasi Glukosa terhadap Aktivitas Antibakteri, Polifenol Total dan Mutu Kimia Kefir Susu Kacang Merah. Tesis. Universitas Diponegoro. Semarang.

Lopez, A.S. (1986). Chemical change occurring during the processing of cacao. Proceeding of The Cacao Biotechnology Symposium.Dept. Of Food Science College of Agricultutre, The Pennsylvania State University, Pennsylvania, USA.

Murtadho, D. dan E. G. Sa’id. 1988. Penanganan dan Pemanfaatan Limbah Padat.

P.T. Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.

Nurhajati, T. dan T. Suprapto. 2012. Penurunan Serat Kasar dan Peningkatan Protein Kasar Sabut Kelapa (Cocos nucifera Linn) Secara Amofer Dengan Bakteri Selulolitik (Actinobacillus ML-08) Dalam Pemanfaatan Limbah Pasar Sebagai Sumber Bahan Pakan. Prodi Peternakan, Fakultas Kesehatan Hewan Universitas Airlangga. Surabaya.

Winarno, F. G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. Cet. Ke-6. P.T. Gramedia, Jakarta.

Sunna, A., M. D. Gibbs and P. L. Berguist. 2000. A Novel Thermostable Multidomain 1,4-cellulovorans and Effect of its Xilan Binding Domain on Enzyme Activity, Microbiol. 146: 2947 – 2855.

Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohardiprojo, Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo. 1989. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.