Pengaruh Pola Tanam Dan Macam Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum, L.)
Pengaruh Pola Tanam Dan Macam Mulsa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum, L.)
Kata Kunci:
bawang merah, mulsa, pola tanamanAbstrak
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola tanam dan macam mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian di laksanakan di Desa Sekrikil, Kecamatan Kedawung, Kabupaten. Sragen dengan jenis tanah grumosol ketinggian tempat ±116mdpl, curah hujan 2.123 mm/th dan suhu rata-rata 19o-31oc (data statistik kecamatan kedawung,2016). Penelitian di lakukan pada bulan oktober sampai dengan bulan desember 2019. Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL), terdiri atas dua faktor perlakuan, adapun kedua faktor perlakuan dengan 9 kombinasi perlakuan, masing-masing perlakuan diulang (3) kali. Perlakuan pertama, perlakuan pengunaan mulsa (M) yang terdiri atas 3 taraf yaitu (M1 : Penggunaan mulsa hitam perak, M2 : Penggunaan mulsa plastik transparan, M3 : Penggunaan mulsa jerami padi). Perlakuan kedua, perlakuan dengan sistem pola tanam (P) yang terdiri atas tiga taraf (P1 : Pola tanam bentuk zigzag, P2 : Pola tanam bentuk Y, P3 : Pola tanam bentuk I). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan mulsa hitam perak terhadap hasil tanaman bawang merah berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, berat umbi, berat umbi per tanaman sempel, berat umbi per petak, berat berangkas kering, dan berat berangkas segar, Perlakuan dengan sistem pola tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, berat umbi, berat umbi per tanaman sempel, dan berat umbi per petak. Tinggi tanaman terendah 22,79 cm (M1P1), sedangkan tinggi tanaman tertinggi 43,21cm (M3P2), berat umbi terendah 379,67 gram (M1P1), sedangkan berat umbi tertinggi 832,67 gram(M3P2), berat umbi per tanaman sempel terendah 34,57 gram (M1P1), sedangkan berat umbi per tanaman sempel tertinggi 69,45 gram (M3P2), berat umbi per petak terendah 792,67 gram (M1P1), sedangkan berat umbi per petak tertinggi 2398,67 gram (M3P2), berat berangkas segar terendah 82,67 gram (M1P1), sedangkan berat berangkas segar tertinggi 105,67 gram (M3P2), berat berangkas kering terendah 34,00 gram (M1P1), sedangkan berat berangkas kering tertinggi 171,00 gram (M3P2) Kombinasi antara penggunaan mulsa dan pola tanam berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat umbi per petak. Kata kunci: bawang merah, mulsa, pola tanam
Referensi
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, 1994, Budidaya Bawang Merah di Pati Jawa Tengah. Media pustaka : Yogyakarta.
Agro Media, 2007, Belajar Budidaya Bawang Merah. Penebar Swadaya. Bogor.
Ambarwati dan P. Yuwono, 2003, Keragaan Stabilitas Hasil Bawang Merah. Ilmu Pertanian 10(2): 1-10.
Anonim, 2007. Teknologi Budidaya Tanaman Pangan. http:// www.iptek.net.id/ind/teknologi- pangan/index.php id = 244. Diakses tanggal 11 Januari 2020 pukul 16.07 di Kota Surakarta.
Anonim. 2009. Teknologi Budidaya Tanaman Bawang Daun. http://www.iptek.net.id/ind/teknologi_ pangan/index.phd?id=203. Diakses tanggal 16 Agustus 2019.
Anshar M., 2002. Aplikasi effective microorganism dan pupuk organik hayati E2001 untuk meningkatkan hasil bawang merah. Agrisains 3 (1), April 2002.
Azmi, C., I. Hidayat, dan G. Wiguna. 2011.Pengaruh Varietas dan Ukuran Umbi terhadap Produktivitas Bawang Merah. Jurnal Holtikultura Vol. 2 (3) hal. 206 – 213.
ISSN 1693-0142 e-ISSN 2597-9019 Tersedia di www.journal.uniba.ac.id AGRONOMIKA Vol. 19 No.2 (2021)
Agustus 2021
Basuki, 2009, Macam Mulsa Dalam Budidaya Bawang Merah. Lily Publisher : Yogyakarta.
Dewi, N. 2012. Aneka Bawang. Pustaka Baru Press.Jogjakarta.
Firmansyah I dan N. Sumarni 2009. Pengaruh Mulsa dan Pola Tanam Terhadap Hasil Tanaman Bawang Merah. Jurnal Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang.
Haryadi, 1996. Budidaya Bawang. Pustaka Baru. Yogyakarta.
Hidayat dan Rosliani, 2003. Bertaman Organik Bawang Merah di Ngawi Jawa Timur. Media Pustaka: Jakarta.
Kusumasiwi, A.W.P., Sri M, dan Sri T. 2011.Pengaruh Warna Mulsa Plastik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung (Solanum Melongena L.)
Tumpang Sari dengan Kangkung Darat (Ipomoea Reptans Poir.). Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Lakitan, B. 1995. Hortikultura I, Teori Budidaya dan Pasca Panen. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 390 hlm.
Rukmana, R. 2002. Bawang merah Budidaya Dan Pengolahan Pasca Panen. Kanisius, Jakarta.Sah, Yeheskiel Eprim.
Rahayu, E, dan Berlian,N. 1999. Pedoman Bertanam Bawang Merah. Penebar Swadaya, Jakarta.
Sembiring, A. P. 2013. Pemanfaatan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) dalam Budidaya Cabai (Capsicum annum L). Bali. Media Press


