MOTIVASI DAN PARTISIPASI PETANI DALAM KEGIATAN PENYULUHAN DI GAMPONG COT SEURANI KECAMATAN MUARA BATU
Kata Kunci:
motivasi petani, partisipasi petani, penyuluhanAbstrak
Berbagai usaha dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan masyarakat, diantaranya pembinaan petani padi sawah melalui kegiatan penyuluhan. Namun demikian, belum semua petani berpartisipasi aktif dalam mengikuti kegiatan penyuluhan yang diberikan. Fenomena ini adalah masalah klasik yang terjadi di berbagai daerah termasuk di Gampong Cot seurani Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Padahal pemerintah menargetkan kegiatan penyuluhan dapat terealisasi dengan maksimal dan petani mendapatkan pengetahuan cara budidaya padi yang bisa meningkatkan produktivitas padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi petani dan hubungannya dengan tingkat partisipasi petani dalam mengikuti kegiatan penyuluhan. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan analisis korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi petani untuk mengikuti penyuluhan umumnya adalah untuk meningkatkan produksi, meminimalisir biaya produksi saprodi (benih, pupuk dan pestisida), untuk meningkatkan pendapatan, mempermudah kegiatan usahatani serta untuk mengetahui cara bercocok tanam yang baik dan informasi yang terbaru. Analisis korelasi menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani berhubungan signifikan dengan partisipasi petani dalam mengikuti penyuluhan pertanian di Gampong Cot Seurani Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara.
Referensi
BULOG, 2014.Pengertian Ketahanan Pangan .http://www.bulog.co.id/beraspangan/ketahanan -pangan/. Diakses 20 Agustus 2021.
Putri, C. A., Anwarudin, O., & Sulistyowati, D. (2019). Partisipasi Petani Dalam Kegiatan Penyuluhan Dan Adopsi Pemupukan Padi Sawah Di Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut. Jurnal Agribisnis Terpadu, 12(1), 103. https://doi.org/10.33512/jat.v12i1.5538
Saad, U., Martini, E., & Roshetko, J. M. (2013). Motivasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Pengelolaan Kebun Agroforestri: Pembelajaran dari Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba, Sulawesi Selatan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Samsudin S, U.1994. Manajemen Penyuluhan Pertanian. Bina Cipta. Bandung
Simanjuntak, O. V., Subejo, S., & Witjaksono, R. (2016). Partisipasi Petani Dalam Program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Di Kecamatan Kalasan Kabupaten Sleman. Agro Ekonomi, 27(1), 20. https://doi.org/10.22146/jae.22693
Sudarmansyah, S., Ruswendi, R., Ishak, A., Fauzi, E., Yuliasari, S., & Firison, J. (2021). Peran Penyuluh Pertanian Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Pada Saat Wabah Pandemi Covid-19. Jurnal AGRIBIS, 14(1). https://doi.org/10.36085/agribis.v14i1.1265
Wati, A., Supriyono, S., & Daroini, A. (2020). Pengaruh Penyuluhan Pertanian terhadap Perilaku Sosial Ekonomi dan Teknologi Petani Padi di Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 4(2), 353–360. https://doi.org/10.21776/ub.jepa.2020.004.02.1 3


