PENJARANGAN BUAH DAN MACAM MULSA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus)

Penulis

  • Wachid Fithrianto Fakultas Pertanian Universitas Islam Batik Surakarta
  • Pramono Hadi Fakultas Pertanian Universitas Islam Batik Surakarta
  • Tri Pamujiasih Fakultas Pertanian Universitas Islam Batik Surakarta

Kata Kunci:

penjarangan buah, semangka, mulsa

Abstrak

Penelitian dengan judul “Penjarangan buahxdanxmacamxmulsa pengaruhnya terhadapxpertumbuhanxdanxhasil buah semangka (Citrullus lanatus)†telah dilaksanakan bulanxOktoberrxsampaixbulanxDesember2019.
PenelitianxdilaksanakanxdixDesaxSekrikil,xKecamatanxKedawung, Kab. Sragen. Penelitian ini menggunakan rancangan lingkungan dengan pola dasar RancanganxAcakxKelompokxLengkap (xRAKLx) denganx3 blok sebagaixulangan. Terdapat dua macamxfaktor perlakuan yang diteliti yaitu penjarangan buah dan penggunaan macam mulsa. Faktor perlakuan penjarangan buah (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: menyisakan 1 buah (P1), menyisakan 2 buah (P2),xmenyisakan 3 buahx(P3). Faktor kedua adalah perlakuan pemberian macam mulsax(M), terdirixdari 3 macam: MulsaxPlastikxhitamxperak (M1), MulsaxplastikxTransparan (M2), mulsa Jerami (M3).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penjarangan buah berpengaruhxnyataxterhadapxjumlahxdaun, beratxbrangkasanxbasah, berat brangkasanxkering. Danxberpengaruhxsangatxnyataxterhadap berat buah pertanamanxdanxlingkarxbuahxpertanaman. Perlakuan penggunaan macam mulsaxberpengaruhxnyataxpada berat buah pertanaman. Namun tidak berpengaruhxnyata terhadapxjumlahxdaun, lingkarxbuah, beratxbrangkasan basah dan beratxbrangkasanxkering. Pengaruh penjarangan buah dan penggunaan macam mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman semangka ditunjukkan pada parameter berat buah perpetak tertinggi 2,95 kg, diperoleh pada kombinasi perlakuan P1M1 (penjarangan sisa 1 buah dan mulsa plastik hitam perak). Rata-rata berat buah perpetak terendah adalah 1,13 kg, diperoleh dari kombinasi P3M2 (penjarangan sisa 3 buah dan mulsa plastik transparan).

Referensi

Prajnanta, F. 2004. Agrobisnis Semangka Non Biji. Edisi (Revisi ke-vi). Jakarta: Penebar Swadaya. Samadi, B. 1996. Usahatani Melon. Kanisius. Jakarta. 100 hal. Lakitan,B., 1995. Fisiologi Pertumbuhan dan PerkembanganTanaman. Jakarta:Rajagrafindo Persada. Hal 51.Haefele,xS.M. 2007. Blackxxsoil greenxxrice.Rice Today.x6:26–27. Verheij,E.W.M dan R.E. Coronel.,1992 .Plant ResourcesxofxSouthxEast AsiaxxNo. 2 : Edible Fruit and Nut. Prosea, Bogor. Rukmana,xxR. 2006. Budidaya semangka hibrida.Kanisius.Yogyakart. KaliexxMB. 2008. Bertanam Semangka. Penebar Swadaya, Jakarta Sobirxxdan Siregar FD. 2010. Budidaya Semangka Panen 60 Hari. Jakarta: Penebar Swadaya. Thomas,xxR.S., R.L. Franson, & G.J.Bethlenfalvay. 1993. Separation of VAM Fungus andxxRoot Effects on Soil Agregation. Soil Sci. Am. J. Edition: 57: 31-71. Harjadi,S.S.1993. Pengantar Agronomi.xxJakarta : PT Gramedia. Poerwanto,R.x2003. Modul IX Budidaya Buah-buahan : pengelolaanxxPohon Buah-Buahan. ProgramxxStudi Hortikultura.Fakultas Pertanian.Institut Pertanian. Bogor. Winkler,xA.J., J. A. Cook, W. M. Kliwerand L.A. Kidder. GeneralxxViticulture. Univ. CaliforniaxPress. Berkeley. 710p

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-08-30

Cara Mengutip

Fithrianto, W., Hadi, P., & Pamujiasih, T. (2022). PENJARANGAN BUAH DAN MACAM MULSA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus). AGRONOMIKA, 20(2), 115–119. Diambil dari https://journal.uniba.ac.id/index.php/AGR/article/view/623