ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI DESA MIJEN KECAMATAN MIJEN KABUPATEN DEMAK
Kata Kunci:
biaya, usaha tani, penerimaan, pendapatan, RC ratioAbstrak
Indonesia merupakan Negara agraris sehingga menjadikan sektor pertanian sebagai penopang pembangunan Negara dengan berbagai komoditas yang dimiliki. Dari berbagai komoditas yang ada di Indonesia, komoditas bawang merah (Allium ascalonicum) menjadi salah satu yang mempunyai kontribusi yang cukup tinggi dalam menyumbang sumber pendapatan dan kesempatan kerja yang memberikan kontribusi pada pembangunan daerah. Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan tanaman semusim dan salah satu komoditas sayuran bernilai ekonomi tinggi yang banyak dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dan RC Ratio usahatani bawang merah di Desa Mijen Kecamatan Mijen Kabupaten Demak mulai dari pengolahan lahan hingga panen. Teori sampel yang digunakan adalah Random Sampling yaitu tehnik pengambilan sampel dengan cara mencampur subjek-subjek tanpa mempertimbangkan tingkatan-tingkatan dalam populasi, responden yang dilibatkan sebanyak 23 responden. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan terdiri dari total biaya, penerimaan, pendapatan dan RC Ratio. Total biaya/musim tanam pada usahatani bawang merah yaitu Rp. 17.237.311,59. Jika dikonversikan dalam 1 Ha maka menjadi Rp. 52.201.516. Rata-rata penerimaan/musim tanam yang didapat sebesar Rp. 22.930,435. Jika dikonversikan kedalam 1 Ha maka menjadi Rp. 68.147.168. Rata-rata pendapatan/musim tanam usahatani bawang merah sebesar Rp. 5.693.123 jika dikonversikan kedalam 1 Ha maka menjadi Rp. 15.848.403. RC Ratio rata-rata yang diperoleh sebesar 1,43 maka usahatani bawang merah layak untuk diusahakan.
Referensi
Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah. 2018. Luas Panen Bawang Merah Tahun 2017-2019. Https://jateng.bps.go.id/subject/55/hort ikultura. Pukul 12.32 tanggal 23 Januari 2021. Budi, Paswoko. 2017. Respon Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah. Universitas Muhammdiyah Purwokerto. Purwokerto. Cabral, Lnio Marques. 2019. Teknologi budidaya bawang merah.
http://cybex.pertanian.go.id/mobile/arti kel/86736/TEKNOOGI-BUDIDAYABAWANG-MERAH/. Pukul 21:23 wib tanggal 27/10/2020. Prabowo, R. dkk. 2020. Identification and conversion rate of rice field in Semarang year 2000-2019. E3S Web of Conferences 202, 02002 (2020) https://doi.org/10.1051/e3sconf/20202 0202002. ICENIS 2020. Rahmadona , Lola dkk. 2015. Income Analysis Of Shallot Farming In Majalengka Regency. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Sunarjono, Hendro. 2001. Budidaya Bawang Merah. Sinar Baru Algensindo. Bandung.


