KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) SEBAGAI TANAMAN PENGHASIL MINYAK OBAT
Kata Kunci:
kayu putih, pasca panen, tanaman obat, teknik budidayaAbstrak
Tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi) dengan kekhasan aroma minyak yang dihasilkan dan manfaatnya berpeluang besar untuk lebih dikembangkan untuk pengobatan pada masa sekarang ini. Usaha yang perlu dilakukan dimulai dari teknik budidaya yang diterapkan sampai dengan penanganan pasca panen yang tepat. Tulisan ini memberikan informasi beberapa teknik budidaya tanaman kayu putih dan penanganan pasca panen yang telah dilakukan oleh praktisi dan peneliti tanaman kayu putih. Tujuan penyampaian informasi ini adalah untuk membuka kemungkinan pengembangan kegiatan yang telah dilakukan didukung oleh hasil-hasil penelitian. Pengembangan teknik budidaya yang dilakukan ditujukan untuk menghasilkan tanaman kayu putih dengan kandungan minyak atsiri yang tinggi terutama dalam hal kualitas, ditunjang dengan teknik paca panen yang tepat. Kualitas minyak yang tinggi pada akhirnya akan meningkatkan harga jual minyak di pasaran nasional dan internasional.
Referensi
Afifah, H. 2016. Pengaruh Media Tanam dan Frekuensi Penyiraman terhadap Pertumbuhan Semai Tanaman Kayu Putih (Melaleunca cajuputi). Skripsi. Universitas Mataram.
Anisa, S. 2011. Pengaruh Komposisi Media Tumbuh Terhadap Perkecambahan Benih dan Pertumbuhan Bibit Andalas (Morus macroura Miq.). Skripsi. Universitas Andalas Padang. Azizu, M. N., Poerwanto, R., Suhartanto, M. R., dan Suketi, K. 2016. Pelengkungan Cabang dan Pemupukan Jeruk Keprok Borneo Prima pada Periode Transisi di Lahan Rawa Kabupaten Paser Kalimantan Timur. Jurnal Hortikultura 26 (1): 81–88.
Craven, L.A., dan Barlow, B.A. 1997. New Taxa and New Combination in Melaleuca (Myrtaceae). Novon. 7(2): 113-119.
Dan, Y.A., dan Amayanti, E. L. K. D. 2012. Pemanfaatan dan Upaya Konservasi Kayu Putih di Taman Nasional Wasur. Media Konservasi. 17(2):85-93. doi:10.29244/medkon.17.2.%p
Dwi, A., dan Purnamaningsih, S. L. 2018. Pengaruh Perlakuan Indukan dan Pemangkasan Umbel terhadap Hasil dan Mutu Benih Wortel (Daucus carota L.). Jurnal Produksi Tanaman 6(5):729–733.
Etehadpour, M., and Tavassolian, I. 2019. Ecological Factors Regulate Essential Oil Yield, Percent and Compositions of Endemic Yarrow (Achillea eriophora DC.) in Southeast Iran.International Journal of Horticultural Science and Technology, 6(2).
Farag, R.S., Shalaby, A.S., El-Baroty, G.A., Ibrahim,N.A. Ali,M.A., and Hassan, E.M. 2004. Chemical and Biological Evaluation of the Essential Oils of Different Melaleuca species. Phytotherapy Research 18 (1) : 30 -35.
Guenther E. 2011. Minyak Atsiri Jilid 1. Ketaren S, penerjemah. Terjemahan dari: Essential Oil. Universitas Indonesia Press. Jakarta. Guntur, S.S, 2018. Proses Penyulingan Minyak Atsiri Kayu Putih (Melaleuca cajuputi)
Ditinjau dari Persiapan Bahan Baku. Menara Ilmu Vol XII Jilid 1 no.80 :131144. LPPM UMSB. Harahap, D.L. 2019. Pengaruh Pemangkasan Apikal terhadap Pertumbuhan dan Produksi Minyak Kayu Putih (Melaleuca cajuputi Powell). Skripsi. Universitas Sriwijaya. Irvan, Manday, P.B., dan Sasmitra, J. 2015. Ekstraksi 1,8 Cineol dari Minyak Daun Eucalyptus urophylla dengan Metode Soxhletasi. Jurnal Teknik Kimia Volume 4 Nomor 3 Halaman 53. Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
Kardianan, A. 2005. Tanaman Penghasil Minyak Atsiri. Komonditas Wangi Penuh Potensi, Penerbit, PT. Agro Media Pustaka Jakarta.
Kartikawati, N.K., Rimbawanto, A., Susanto, M., Baskorowati, L., dan Prastyono. 2014. Budidaya dan Prospek Pengembangan Kayu Putih (Melaleuca cajuputi). Jakarta : IPB Press.
Kartikawati, N.K., Rimbawanto, A., Susanto, M., dan Baskorowati, L., dan Prastyono. 2014. Budidaya dan Prospek Pengembangan Kayu Putih (Melaleuca cajuputi). Jakarta : IPB Press.
Laraswati, D., dan Rahayu, S. 2020. Aroma Wangi Kayu Putih : Menyulap Lahan Kritis Menjadi Bisnis. Booklet Seri ke-5 dari 6 seri dari Kerjasama Penelitian “Peningkatan Efektivitas Model Pranata dan Tata Kelola dalam mencapai Pengelolaan Hutan Lestari: Studi Kasus di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Yogyakarta†Kerjasama antara Center for International Forestry Research dengan Fakultas Kehutanan UGM dan Balai KPH Yogyakarta di bawah Proyek Penelitian Kanoppi 2: Membangun dan Mempromosikan Wana Tani berbasis Pasar dan Integrasi Pengelolaan Lanskap untuk Petani Hutan di Indonesia.
Nurdjannah, N. 2006. Minyak Ylang-ylang dalam Aromaterapi dan Prospek Pengembangannya di Indonesia. Prosiding Konferensi Nasional Minyak Atsiri 18-20 September 2006. Solo.
Pasaribu, R. P., Yetti, H., dan Nurbaiti. 2015. Pengaruh Pemangkasan Cabang Utama dan Pemberian Pupuk Pelengkap Cair Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.). Jom Faperta. 2(2): 1-14. Priswantoro, P., Sulaksana, N., Endyana, C., dan Mursito, A.T. 2021.Kesesuaian Lahan untuk Tanaman Kayu Putih sebagai Strategi Modifikasi Konservasi dan Kepentingan Nilai Tambah Ekonomi di Desa Cikembang, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Jurnal Teknologi Lingkungan 22 (1): 68-77. Ratnaningsih, A.T, Insusanty, E, dan Azwin. 2018. Rendemen dan Kualitas Minyak Atsiri Eucalyptus Pellita Pada Berbagai Waktu Penyimpanan Bahan Baku. Wahana Forestra: Jurnal Kehutanan, 13(2): 90-98. Rimbawanto, A. 2017. Seluk Beluk Tanaman Kayuputih. Pages 21–38 in E. B. Hardiyanto and A. Nirsatmanto, editors. Minyak Kayuputih: dari Tanaman Asli Indonesia untuk Masyarakat Indonesia. Penerbit Kaliwangi, Yogyakarta.
Rimbawanto, A., Susanto, M., Khosmah, M.K., Adinugraha, H.A., dan Utomo, P.M. 2014. Buku Seri Iptek V Kehutanan Topik 1 Kayu Putih. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Rimbawanto, A., Kartikawati, N. K., dan Prastyono. 2017. Minyak Kayu Putih dari Tanaman Asli Indonesia untuk Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Kaliwangi.
Safwani, S.A. 2015. Profil Komponenen Volatil Minyak Atsiri Kayu Putih dari Berbagai
Daerah dan Pengaruhnya terhadap Profil Flavor Cajuputs Candy. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Indonesia Santoso, B. B., Sudika, I. W., Jaya, I. K. D., dan Aryana, I. G.P. M. 2014. Hasil Biji dan Kadar Minyak Jarak Kepyar Lokal Beaq Amor ( Ricinus communis L.) pada Berbagai Umur Pemangkasan Batang Utama. Jurnal Agronomi Indonesia 42 (3) : 244 –249.
Siarudin,M., dan Widiyanto, A. 2014. Karakteristik Penguapan Air dan Kualitas Minyak pada Daun Kayu Putih Jenis Asteromyrtus symphyocarpa. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 32(2):139-150. Souhuwat, R., Ambarawati, I., dan Arga, I.W. 2013. Prospek Pengembangan Agribisnis Minyak Kayu Putih di Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Manajemen Agribisnis 1 (1): 1-15. Souhuwat, R., Ambarawati, I., dan Arga, IW. (2013). Prospek Sunanto, H. 2002. Budi Daya dan Penyulingan Kayu Putih. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Wibowo, R. H., Susila, A. D., dan Kartika, J. G. 2015. Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Gedi ( Abelmoschus manihot (L.) Medik.) melalui Aplikasi Pupuk organik dan pupuk anorganik. Buletin Agrohorti 3 (2) : 193–202. Zuzani, F., Harlia., dan Idiawati, N. 2015. Aktivitas Termitisida Minyak Atsiri dari Daun cekalak (Etlingera elatior (Jack) Rm. Sm.) terhadap Rayap Coptoterms curvignathus pada tanaman karet. JKK., 4(3): 16-21.


