KETAHANAN VARIETAS PADI PEPE (Oryza sativa. L) PADA PEMBERIAN DOSIS ZEOLIT DAN AGENSIA HAYATI TERHADAP SERANGAN ORGANISME PENGGANGU TANAMAN (OPT)
Kata Kunci:
ketahanan padi, varietas pepe, dosis zeolit, agensia hayatiAbstrak
Penanggulangan hama penyakit pada tanaman padi merupakan salah satu cara dalam mempertahankan ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit untuk tetap bisa berproduksi secara optimal. Pada penelitian ketahanan vareitas padi pepe (Oryza sativa. L) pada pemberian dosis zeolit dan agensia hayati terhadap serangan hama penyakit tanaman padi didapat sebagai berikut Perlakuan macam Dosis Zeolit, berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, berat segar berangkasan, berat kering berangkasan kering, berat gabah 1000 butir, jumlah gabah isi permalai Jumlah gabah hampa per-malai dan berat gabah kering giling per-rumpun, berat gabah kering giling per-petak, jumlah populasi hama (wereng cokelat, pengerek batang, hama tungro) ,prosentasi serangan hama(wereng cokelat, pengerek batang, hama tungro),intensitas serangan hama(wereng cokelat, pengerek batang, hama tungro). Perlakuan macam Agensia Hayati Metarhizium anisopliae dan Dosis Zeolit 400kg berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, berat segar berangkasan, berat kering berangkasan kering, berat gabah 1000 butir, jumlah gabah isi permalai Jumlah gabah hampa per-malai, berat gabah kering giling per-rumpun, berat gabah kering giling per-petak, jumlah populasi hama (wereng cokelat, pengerek batang, hama tungro) ,prosentasi serangan hama(wereng cokelat, pengerek batang, hama tungro),intensitas serangan hama(wereng cokelat, pengerek batang, hama tungro). Dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa kombinasi Dosis 400 kg dan macam agensia hayati Metarhizium anisopliae, menunjukkan nilai tertinggi pada semua parameter yang diamati.
Referensi
Anderson, B. 1993. The Philippines Snails Disaster. The Ecological 23, 70-72.
Anonim, 1992. Beberapa Diskripsi Padi. Kanisius Yogyakarta 172 hal.
Anonim, 2007. Pertanian Kinerja Terbaik. 2007. Agri Swara Desember 2007. Jakarta
Anonim, 2007. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah irigasi (petunjuk teknis lapang). Badan Litbang Pertanian Jakarta.
Arsyad, S. 2000. Konservasi Tanah dan Air. Penerbit. IPB. 290 halaman. Zeolit Zeo Agro G. Super pada tanaman padi sawah tadah hujan dan berpengairan. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Lembang. Badan Litbang Pertanian. BBSDLP 2006. Teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi (SIG) untuk Inventarisasi Lahan Terdegradasi. Laporan akhir. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Baehaki-S.E 2008. “ Perubahan Wereng Cokelat Mencapai Biotipe 4 di Beberapa Daerah Sentra Produksi padi “. Simposium PEI Cabang Bogor. 18-20 Maret 2008. 10p.
Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPTP) dan BPTPH,. 2009. Varietas Padi. Subang, Jawa Tengah Cowie, R. H. 2006. Apples Snail as Agricultural Pests, their Biology, Impact, and Management. Project Summary. USA: Bishop Museum. Haryanta, D., A. Susilo, dan H. Prasetyono. 1993. Pengaruh dosis dan waktu aplikasi cendawan Beauveria bassiana terhadap efektivitas pengendalian bubuk buah kopi (Hypothenemus hampei). hlm. 249"254. Dalam E. Martono, E. Mahrub, N.S. Putra, dan Y. Trisetyawati (Ed.). Prosiding Simposium Patologi Serangga I. Yogyakarta, 12"?13 Oktober 1993. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Hibino, H. and R.C. Cabunagan. 1986. Rice tungro associated viruses and their relation to hos. Ihara, F., M. Toyama and T. Sato. 2003. Pathogenicity of Metarhizium anisopliae to the chestnut weevil larvae under laboratory and field conditions. Applied Entomology Zoology 38 (4): 461– 465. Kartosuwondo, U. 199. Dasar-dasar Pengendalian Hayati. Makalah Pada Pelatihan Pengembangan dan Pemasyarakatan PHT di BPHPTPH, Jatisari. Karawang. Karantina Pertanian. 1989. Daftar Organisme Pengganggu Tumbuhan Penting .yang dilaporkan Telah Terdapat di dalam Wilayah Republik Indonesia. Jakarta. Kaaya, G.P., E.N. Mwangi, and E.A. Ouna. 1996.Prospects for biological control of livestockticks Rhipicephalus appendiculatus and Amblyomma variegatum using the entomogenous fungi Beauveria bassiana and Metarhizium anisopliae. J. Invertebr. Pathol. (67): 15,20. Kevin Gallager. 1991. Pengendalian Hama Terpadu untuk Padi. Suatu Pendekatan Ekologi. Jakarta. Makarim, A.K., I.N. Widiarta, Hendarsih, S., dan S. Abdulrachman. 2003. Petunjuk Teknis Pengelolaan Hara dan Pengendalian Hama Penyakit Tanaman Padi Secara Terpadu. Departemen Pertanian; Mochida, O. 1991. Spread of Freshwater Pomacea snails ( Pilidae, Mollusca ) from Argentina to Asia. Micronescia, Supplement 3, 51-62. Murtisutarti. 1994. Zeolit : Tinjauan Literatur. Jakarta. Poerwowidodo, 1993. Telaah Kesuburan Tanah . Angkasa. Bandung. 273 hal. Poerwowidodo, 1991. Gatra Tanah dalam Pembangunan Hutan di Indonesia. Rajawali Press, Jakarta. 246 hal. Roberts DW, Yendol WG. 1971. Use of fungi for microbial control of insects. Di dalam: Burges HD dan Hussey NW. Editor. Microbial Control of Insects and Mites. New York: Academic Press. hlm. 125-149. usdi Rusli dan Trizelia.,2008. Perbanyakan Beauveria Bassiana Pada Limbah Organik, Formulasi Dan Uji Efektivitasnya Sebagai Bioinsektisida Untuk Pengendalian Hama Spodoptera Exigua Hubner (Lepidoptera:Noctuidae. Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Faperta Unand, Kampus Limau Manis Padang 25163. Sastroutomo.,S.S. 1992. Pestisida; Dasar-dasar dan Dampak Penggunaannya. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 186 h. Sanchez, P. A. 1992. Sifat dan Pengelolaan Tanah Tropika. Jilid 1.ITB. Bandung.397p Schoonhoven, L.M., T. Jermy and J.J.A. van Loon. 1998. Insect-Plant Biology, from Physiology to Evolution. London:Chapman & Hall.


