Proses Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Jual Beli Masih Dalam Jaminan Hak Tanggungan (Studi Kasus di Kantor Notaris – PPAT Karanganyar)

Penulis

  • Aqidatul Azizah Saefudin Fakultas Hukum Universitas Islam Batik Surakarta

Kata Kunci:

Transfer of Land Rights, Sale and Purchase, Dependent Rights, Roya

Abstrak

The transfer of land rights through buying and selling is carried out by writing off mortgage rights (roya) first in this research. This type of research is empirical research, the specifications of this research are analytical descriptive, the data collection method is obtained through primary data and secondary data, and the data analysis method in this research is qualitative analysis. Results of this research because normatively the process of buying and selling land whose certificate is still in the process of being completed is difficult to carry out. So the roya process is carried out simultaneously with the seller and buyer executing a Sale and Purchase Agreement (PPJB) before a Notary first so that the land can be immediately changed to the name by carrying out an AJB, in this case the authority of the Land Deed Making Officer (PPAT). This is possible because the debtor (land seller) and the land buyer have made an agreement based on the PPJB before a Notary while waiting for the completion of the roya process at the Land Office. In this process, the land seller, buyer, and Notary - PPAT are hampered by various things and reasons.

Referensi

Buku

Ali, Z. (2010). Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Amirudin dan Zainal Asikin. (2004). Pengantar Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Andrian Sutedi. (2007). Peralihan Hak Atas Tanah dan Pendaftarannya. Jakarta: Sinar Grafika Offset.

Andy Hartanto. (2015). Panduan Lengkap Hukum Praktis : Kepemilikan Tanah. Surabaya: Laksbang Justitia.

Boedi Harsono. (1999). Hukum Agraria Indonesia Sejarah Pembentukan UU Pokok Agraria. Jakarta: Djambatan Boedi.

Gunawan, I. (2022). Metode Penelitian Kualitatif: Teori Dan Praktik . Jakarta: Bumi Aksara.

Hilman Hadikusumo. (1995). Metode Pembuatan Kertas Kerja atau Skripsi Ilmu Hukum. Bandung: Mandar Maju.

Indrajaya, R., & Ikmasari, I. (2016). Kedudukan Akta Izin Roya Hak Tanggungan sebagai Pengganti Sertifikat Hak Tanggungan yang Hilang. Visimedia.

John Salindeho. (1993). Masalah Tanah dalam Pembangunan. Jakarta: Sinar Grafika.

Retnowulan Sutantio. (1998). Penelitian tentang Perlindungan Hukum Eksekusi Jaminan Kredit. Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional-Departemen Kehakiman RI.

Santoso, U. (2019). Pendaftaran dan Peralihan Hak Atas Tanah. Jakarta Timur: Kencana.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Jurnal

Agus Yudha Hernoko . (1998). Lembaga Jaminan Hak Tanggungan sebagai Penunjang Kegiatan Perkreditan Perbankan Nasional. Surabaya : Tesis, Pascasarjana UNAIR.

I Made Krishna Dharma Kusuma, P. G. (2020). Peralihan Hak atas Tanah Melalui Jual Beli Berdasarkan Hukum Adat. J Interpret Huk.

Kobu, D. K. (2017). Pelaksanaan Peralihan Hak Atas Tanah berdasarkan Hukum Adat Suku Tobelodi Kabupaten Halmahera Selatan . Lex Crimen, Vol, VI, No. 2.

Murni, C. S. (2021). Peran Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam Proses Peralihan Jual Beli Hak Atas Tanah. Jurnal Kajian Pembaruan Hukum.

Nurul Nadira. (2019). Pendaftaran Hak tanggungan Elektronik Yang Akan Mulai Dilaksanakan Di Badan Pertanahan. Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum.

Sjahdeini Rehmi. (1999). Hak Tanggungan : Asas-Asas, Ketentuan-Ketentuan Pokok Dan Masalah Yang Dihadapi Oleh Perbankan. Bandung: Suatu Kajian Mengenai Undang-Undang Hak Tanggungan.

Suwitra, I. M. (2020). Eksistensi Tanah Adat dan Masalahnya Terhadap Penguatan Desa Adat di Bali. 4:1 Wicaksana J Lingkungan dan Pembangunan.

Internet

https://www.ruangmenyala.com/article/read/roya-adalah

https://perpustakaan.pancabudi.ac.id/dl_file/penelitian/17879_2_BAB_II.pdf

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-04-16

Cara Mengutip

Saefudin, A. A. (2025). Proses Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Jual Beli Masih Dalam Jaminan Hak Tanggungan (Studi Kasus di Kantor Notaris – PPAT Karanganyar) . JURNAL BEVINDING, 2(05), 1–10. Diambil dari http://journal.uniba.ac.id/index.php/JB/article/view/1267