Model Pengisian Kepala Daerah Secara Demokratis (Gagasan Terhadap Kegagalan Calon Tunggal dalam Pemilihan Kepala Daerah)
DOI:
https://doi.org/10.59582/sh.v19i02.1536Kata Kunci:
Democracy; Election; Regional Election; Single CandidateAbstrak
This study aims to examine and explain the nature of democratic elections and to formulate a model for democratically filling positions in accordance with the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This type of research will use normative research with a reflective inventory and evaluation of regulations governing democratic regional head elections, as provided for in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Various obstacles to the implementation of elections will be inventoried as input for formulating a democratic position-filling model following the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. The results of the study conclude that: 1) Democratic elections require that the election process uphold democratic values, including the protection of political rights, equality and electoral justice. Regulations governing elections through a single candidate mechanism do not yet reflect democratic elections because they only accommodate the fulfilment of citizens' political rights, namely the right to be elected and to vote, but ignore the values ??of equality and electoral justice; 2). The model for filling regional head positions is based on Pancasila democracy, which requires deliberation to reach consensus grounded in divinity, humanity, unity, and justice.
Referensi
Jurnal
Airlangga, Khrisna, Donald Rumokoy, and Mario Mangowal. “Analisis Yuridis Legalitas Kotak Kosong Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Studi Kasus Kabupaten Bangka Selatan).” LEX CRIMEN 14, no. 2 (2025). https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexcrimen/article/view/65198.
Andriansyah, K. Zulfan, H. Romli SA H. Romli Sa, and Yazwardi Yazwardi. “Independensi Penjabat Kepala Daerah Dalam Menjaga Legitimasi Hukum Dan Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah Langsung.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik 5, no. 5 (2025): 3869–95. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i5.4764.
“Calon Tunggal Dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Dan Konsep Demokrasi (Analisis Terhadap Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Blitar Tahun 2015).” Accessed May 2, 2026. https://journal.uinjkt.ac.id/citahukum/article/view/2578.
Chumaeson, Wahyuning. “Calon Tunggal Dalam Pemilihan Kepala Daerah Di Indonesia Tahun 2020: Studi Kasus Pemilihan Umum Kepala Daerah Di Kabupaten Sragen.” JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA 2, no. 06 (2021): 182–96.
Darmawan, Darmawan, and M. Fajrul Falah. “Dinamika Hukum Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024.” AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam 4, no. 2 (2022): 241–50. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v4i2.1656.
Firdaus, Arikatul, and Mohammad Fais. “Fenomena Kotak Kosong dalam Pemilihan Kepala Daerah 2024 Berdasarkan Perspektif Politik Hukum.” Jurnal Hukum Lex Generalis 5, no. 10 (2024). https://doi.org/10.56370/jhlg.v5i10.911.
Hardiansyah, Thoriq. “Perlindungan Hak Kotak Kosong Pada Pilkada Berdasarkan Undang-Undang Pilkada.” Jurnal Konstitusi & Demokrasi 4, no. 2 (2024). https://doi.org/10.7454/JKD.v4i2.1410.
Kurniawan, Hendrik, Priyo Handoko, and Wendari Iga Susilo. “Pilkada: Dampak Kotak Kosong Bagi Demokrasi Indonesia.” Sosio Yustisia: Jurnal Hukum Dan Perubahan Sosial 5, no. 1 (2025): 57–80. https://doi.org/10.15642/sosyus.v5i1.805.
Mamonto, Kharis Syahrial Alif, and Joko Setiyono. “Demokratisasi Calon Tunggal Pada Pemilihan Kepala Daerah.” Rechtidee 16, no. 2 (2021): 202–22. https://doi.org/10.21107/ri.v16i2.12065.
Mulyadi, Dedi, Cindy Claudia Simbolon, Nayla Ratu Baidhowi, Pusfa Januwati, Ardelia Lananda, and Mila Arastasya Rahmah. “Fenomena Kotak Kosong Dalam Pilkada Tahun 2024.” Jurnal Hukum Ius Publicum 5, no. 2 (2024): 233–63. https://doi.org/10.55551/jip.v5i2.185.
Riady, Yasir, and Ika Seviani Puji Lestari. “Kualitas Informasi, Transparansi, dan Akuntabilitas Penggunaan Dana Hibah Dalam Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah.” JURNAL PENELITIAN SERAMBI HUKUM 14, no. 02 (2021): 20–26. https://doi.org/10.59582/sh.v14i02.679.
Saweho, Grendy A. A., Agustinus B. Pati, and Franky Rengkung. “Calon Tunggal Dalam Pilkada.” POLITICO: Jurnal Ilmu Politik 11, no. 1 (2022): 58–73. https://doi.org/10.35797/jp.v11i1.42653.
Silalahi, Wilma. “Konstitusionalitas Calon Tunggal Dalam Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Melawan Kotak Kosong.” National Conference on Law Studies (NCOLS) 2, no. 1 (2020): 1255–72.
Tanjung, Muhammad Anwar, and Retno Saraswati. “Calon Tunggal Pilkada Kurangi Kualitas Demokrasi.” Jurnal Yudisial 12, no. 3 (2019): 269–85. https://doi.org/10.29123/jy.v12i3.319.
Yantomi, Ahmad. “Kajian Yuridis Kemenangan Kotak Kosong Pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Di Indonesia.” Jurnal Kepastian Hukum dan Keadilan 3, no. 1 (2021): 14–26. https://doi.org/10.32502/khk.v3i1.4524.
Buku
“Electoral Justice: The International IDEA Handbook | International IDEA.” Accessed May 3, 2026. https://www.idea.int/publications/catalogue/electoral-justice-international-idea-handbook.
Gaffar, Afan. “Politik Indonesia?: Transisi Menuju Demokrasi.” Pustaka Pelajar, 2006. https://inlislite.ipdn.ac.id/opac/detail-opac?id=14296.
Haggard, Stephan, and Robert R. Kaufman. “Inequality and Regime Change: Democratic Transitions and the Stability of Democratic Rule.” American Political Science Review 106, no. 3 (2012): 495–516. https://doi.org/10.1017/S0003055412000287.
Hatta, Mohammad. Kedaulatan Rakyat. Pidato Pada Permusyawaratan Pamong Praja Republik Indonesia. LP3ES, 1946.
Stefanus, Kotan Y. Kajian Kritis Terhadap Teori Integralistik Di Indonesia. Universitas Atmajaya, 1998.
Suharizal; Pemilukada?: Regulasi, Dinamika dan Konsep Mendatang. RajaGrafindo Persada, 2012. Jakarta. //library-bpsdm.kemendagri.go.id%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D7170.
Surbakti, Ramlan; Keadilan Pemilu. Rajawali Pers, 2022. Bandung. //lib.fakum.untad.ac.id%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D3440.
Peraturan
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437).
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5656).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Dan Walikota Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5898).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109).
Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 100/PUU-XII/2015 tentang Pengujian Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota Menjadi Undang-Undang.











