STRATEGI PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR WS RANDANGAN, GORONTALO

Penulis

  • Hayu Rahayu Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Batik Surakarta
  • Andri Kurniawan Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Batik Surakarta
  • Ahmad Hidayawan Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Batik Surakarta

Kata Kunci:

daya rusak air, SDA, WS Randangan

Abstrak

Wilayah Sungai Randangan merupakan daerah yang diharapkan dapat terus dikembangkan, mengingat secara geografis letaknya tidak jauh dari ibu kota propinsi dan memiliki potensi geografi yang strategis untuk dikembangkan. Sebagian besar wilayah sungai ini harus dilindungi karena mayoritasnya berbukit dan bergunung dengan kemiringan lereng lebih dari 40%. Banjir sering terjadi di wilayah hilir karena pola aliran sungai ini yang paralel dan denritik. Sedimentasi yang tinggi akan terjadi di wilayah hilir karena kerusakan dan erosi lahan di wilayah hulu akibat kegiatan penambangan atau pertanian. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pengendalian daya rusak air di WS Randangan, Gorontalo dan pengurangan dampaknya. Metode perumusan strategi pengendalian daya rusak air WS Randangan dilakukan dengan analisis informasi primer serta informasi sekunder yang diperoleh dari survei di daerah penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah debit banjir tertingi pada DAS Randangan dengan periode ulang 2 tahunan sebesar 1585,44 m3/dtk, longsornya tebing sungai karena hempasan gelombang perahu yang lewat di beberapa tempat, dan gejala abrasi termasuk pulau pantai di dalam WS Randangan. Penanganan wilayah yang rentan terhadap bencana banjir dan perencanaan untuk mengendalikannya yang menyeluruh, termasuk penetapan, pennanganan, dan mitigasi abrasi dan longsoran tebing.

Referensi

Ditjen Sumber Daya Air, 2002. Pengelolaan Terpadu Sumber Daya Air dan Reformasi Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air. Lokakarya Nasional tentang Pengelolaan Terpadu Sumberdaya Air. Kerja-sama DitJen. Sumberdaya Air Dep. Kimpraswil dengan South East Asia Technical Advisory Committee (SEATAC)

Kreibich, Heidi, etc, 2015. A review of damage-reducing measures to manage fluvial flood risks in a changing climate. DOI:10.1007/s11027-014-9629-5. Corpus ID: 153420028

Kodoatie, Robert J., 1996. Pengantar Hidrogeologi, Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Kodoatie, Robert J., dan Sugiyanto, 2002. Banjir, Penerbit Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Kodoatie, R J., dan Sjarief, R., 2004. Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Kodoatie, R J, dan Hadimuljono, Basuki, 2005. Kajian Undang-Undang Sumberdaya Air UU RI No. 7 Tahun 2004, Penerbit Andi, Yogyakarta

Otsuka T, etc, 2015. Challenges and implementation of ad-hoc water gauge system for the grasp of internal water damage. DOI:10.1109/ICIS.2015.7166632, Corpus ID: 18700565

Suripin, 2002. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air, Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Wengong, Luo, etc, 2020. Types Of Water Damage And Optimal Design Of Prevention Measures Along Gaizi Section Of Sino-Pakistan Highway. DOI:10.13544/J.CNKI.JEG.2019-320. Corpus ID: 234619151

##submission.additionalFiles##

Diterbitkan

2023-12-27