ANALISIS LOAD FAKTOR ANGKUTAN UMUM TRANS METRO DEWATA PASCA PANDEMI COVID 19 DAN PEMBERLAKUAN TARIF (STUDI KASUS KORIDOR 1 CENTRAL PARKIR KUTA, BADUNG – TERMINAL PESIAPAN, TABANAN )
Kata Kunci:
angkutan umun, tingkat pelayanan, trans metroAbstrak
Penggunaan angkutan umum adalah esensial untuk mobilitas dan mengurangi kemacetan. Di Bali, Trans Metro Dewata, layanan BRT eksklusif, diperkenalkan untuk mengurangi kendaraan pribadi. Peningkatan kualitas layanan BRT tergantung pada manajemen, kenyamanan, konversi moda, dan konsistensi tarif. Pada 31 Oktober 2022, Trans Metro Dewata mulai memungut tarif penumpang sebesar Rp.4.400. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas pelayanan Trans Metro Dewata selama pandemi dan dengan tarif baru. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada masyarakat tentang kualitas layanan bus Trans Metro Dewata dan mendorong penggunaan angkutan umum sebagai alternatif utama untuk mengurangi kemacetan di Bali.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan kualitas pelayanan Bus Trans Metro Dewata khususnya selama pendemi dan setelah diberlakukannya tarif Trans Metro Dewata, hal ini agar memberikan gambaran kepada masyarakat mengenai kualitas pelayanan bus trans metro dewata serta dapat mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan penggunaan angkutan umum sebagai moda utama khususnya bus trans metro dewata yang nantinya diharapkan dapat mengurangi kasus kemacetan di Bali. Sedangkan metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Hasil penelitian ini yaitu load faktor rata-rata pada tahun 2022 adalah 4% sedangkan pada tahun 2023 mencapai 13%.
Referensi
Afriadi, A., Herdiana, S., & Gustamola, W. (2013). Evaluasi Kinerja Pelayanan Angkutan Bus Damri Kota Bandung Berdasarkan Persepsi Pengguna dan Pengelola. Reka Loka, x, 1–11.
Arief Usman Hakim, M. F. (2021). Evaluasi Kinerja Angkutan Umum Bus Rapid Transit (Brt) Trans Jateng Koridor 1 Purwokerto - Purbalingga. 319–326.
Hendrialdi, H., Sueni, N. W. P., Soimun, A., & Rupaka, A. P. (2021). Angkutan Massal sebagai Alternatif Mengatasi Permasalahan Kemacetan Lalu Lintas Metropolitan Sarbagita. Jurnal Teknologi Transportasi Dan Logistik, 2(2), 79–86. https://doi.org/10.52920/jttl.v2i2.20
Oktopianto, Y., & Anggara, R. D. (2022). Penilaian Tingkat Risiko Keselamatan Jalan Pada Jalur Pariwisata. 6(1), 55–62.
Oktopianto, Y., Nabil, M. J., & Arief, Y. M. (2021). SOSIALISASI KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN PENGEMUDI GOJEK DI KOTA TEGAL. Kumawula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 242 – 248.
Oktopianto, Y., Prasetyo, T., & Maulana Arief, Y. (2021). Analisis Penanganan Daerah Rawan Kecelakaan Kabupaten Karanganyar. Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil, 5(2), 201–214. https://doi.org/10.35334/be.v5i2.2018
Samad, A., Wicaksono, A., Sulistio, H., & Djakfar, L. (2019). Kajian Peningkatan Kinerja Bus Rapid Transit (BRT) di Yogyakarta. Media Teknik Sipil, 17(1), 1–8.
Soimun, A., Prima Gilang Rupaka, A., Wayan Putu Sueni, N., & Hendrialdi. (2021). Identifikasi Aksesibilitas Angkutan Umum Dan Terminal Kawasan Metropolitan Sarbagita. Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety), 8(1), 62–76. https://doi.org/10.46447/ktj.v8i1.309
Tahir, A. (2005). Angkutan Massal Sebagai Alternatif Mengatasi Persoalan Kemacetan Lalu-Lintas Kota Surabaya. SMARTek, 3(3), 169–182.
Warpani, P. Suwardjoko. 2002. “Pengelolaan Lalu Lintas dan Angkutan Jalanâ€. Bandung: Penerbit ITB.


