PENGENDALIAN KUALITAS KAIN GREY DENGAN MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS PADA DIVISI WEAVING PT DAN LIRIS SUKOHARJO

Penulis

  • Ardan Nurramdani Progam Studi Teknik Industri, Universitas Islam Batik Surakarta
  • sri purwati Progam Studi Teknik Industri, Universitas Islam Batik Surakarta
  • Nancy Oktyajati Progam Studi Teknik Industri, Universitas Islam Batik Surakarta
  • Diyah Dwi Nugraheni Progam Studi Teknik Industri, Universitas Islam Batik Surakarta

Kata Kunci:

Industri tekstil, Kain Grey, Kecacatan produk, Pengendalian Kualitas, Seven Tools

Abstrak

PT Dan Liris masih menghadapi tantangan dalam produksi kain Grey akibat kualitas bahan
atau benang yang rendah sehingga menyebabkan sering terjadinya putus benang. Hal ini berdampak
negatif terhadap kualitas kain yang dihasilkan. Selain itu, produksi kain Grey di PT Dan Liris juga
melebihi target cacat perusahaan, mencapai angka 10%. Kualitas kain Grey sangat penting dalam
industri tekstil dan garmen karena sebagai bahan baku utama produk akhir. Penelitian ini memiliki
tujuan untuk mengurangi kecacatan pada kain grey dengan menerapkan metode Seven Tools. Dari
hasil pengolahan data, teridentifikasi beberapa jenis cacat seperti cacat lusi, cacat pakan, ambrol,
pinggiran jelek, shedding, kotor oli, sobek, dan salah masuk gun. Penelitian ini difokuskan pada
penerapan seven tools guna menganalisis tingkat kecacatan dan akar penyebab cacat pada kain grey di
PT Dan Liris. Temuan utama mengungkap bahwa cacat lusi mencapai 38,50% dari total cacat
keseluruhan, menjadikan cacat lusi sebagai faktor dominan yang merusak kualitas kain grey. Melalui
analisis sebab akibat, kecacatan pada kain grey disebabkan faktor-faktor seperti mesin, metode,
manusia, dan material. Oleh karena itu, usulan perbaikan dalam penelitian ini mencakup penguatan
pada Standard Operating Procedure (SOP), intensifikasi pengawasan terhadap operator, implementasi
perawatan rutin mesin, serta perbaikan pada peralatan yang digunakan.

Referensi

Matondang, T. P., & Ulkhaq, M. M. (2018). Aplikasi Seven Tools untuk Mengurangi Cacat Produk White Body pada Mesin Roller. Jurnal Sistem Dan Manajemen Industri, 2 (2),

Nasution, M.N. (2015). Manajemen mutu terpadu (total quality management). Edisi Ketiga.Indonesia: Ghalia Indonesia.

Neyestani, B. (2017). Seven Basic Tools of Quality Control: TheAppropriate Techniques for Solving QualityProblems in the Organizations.

Somadi, S., & Hidayat, F. (2019). Rancangan Strategi untuk Mengatasi Penolakan Truk dan Kontainer oleh Customer. Jurnal Logistik Bisnis, 9 (02), 118–124.

Panjaitan, J. E., & Yuliati, A. L. (2016). Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada JNE Cabang Bandung [The Influence of Service Quality on Customer

Satisfaction at JNE Branch in Bandung]. DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen, 11(2), 265.

##submission.additionalFiles##

Diterbitkan

2024-06-20