EFEKTIVITAS DIAFRAGMA WALL UNTUK PERBAIKAN FONDASI TUBUH BENDUNGAN JLANTAH KABUPATEN KARANGANYAR

Penulis

  • Sukandar Program Profesi Insinyur Universitas Katolik Soegijapranata Semarang
  • Maria Wahyuni Program Profesi Insinyur Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Kata Kunci:

Bendungan Jlantah, Grouting, Pumping Test

Abstrak

Dalam upaya memenuhi kebutuhan air yang terus meningkat, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo merancang pembangunan Bendungan Jlantah sebagai solusi. Proyek ini direncanakan di wilayah yang memiliki potensi tinggi, yakni di Desa Tlobo dan Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, yang akan membendung aliran Sungai Jlantah dan Sungai Puru. Kondisi pondasi sepanjang sumbu bendungan menunjukkan karakteristik yang beragam, terdiri dari endapan aluvial, batuan aglomerat, dan batuan lapuk kuat, dengan ketebalan bervariasi antara 5 hingga 28 meter. Upaya perbaikan pondasi melalui metode grouting tirai pada jenis tanah tersebut dinilai kurang efektif. Masalah yang timbul pada pelaksanaan grouting terlihat dari hasil uji coba grouting pada Blok B.11 hingga B.15, di mana baik pola 0,50 x 0,50 m maupun 0,25 x 0,25 m masih menunjukkan nilai Lugeon (Lu) berada pada rentang 5 < Lu > 10 dan bahkan Lu > 20, yang mengindikasikan efektivitas grouting tergolong rendah hingga sedang. Karena endapan alluvial dan lapisan batuan lapuk kuat masih cukup porus, maka diperlukan metode perbaikan pondasi yang lebih optimal, yaitu melalui pembangunan dinding diafragma (cut-off wall) dengan panjang 94,08 meter, lebar 80 cm, dan kedalaman bervariasi antara 10 m hingga 35 m. Untuk mengetahui efektivitas dari dinding halang, maka perlu dilakukan pumping test, dimana pengujian ini bertujuan untuk mengetahui beda tinggi muka air tanah di hulu (upstream) dan hilir (downstream) sebelum dan sesudah dipasang dinding halang, sehingga diketahui efektivitas dinding halang. Hasil dari pumping test menunjukkan bahwa terjadi penurunan muka air tanah yang kecil.

Referensi

Aditya Engineering Consultant. (2017). DD Bendungan Jlantah.Bandung.

Ardela, & iki Ardela Viki. (2023). Pembangunan Bendungan Way Sekampung: Apakah Ada Perubahan Kondisi Sosial Ekonomi Pada Masyarakat Terdampak Pembebasan Lahan: Studi Kasus Di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu. Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan Dan Informatika (Manekin), 1(03), 65–71.

Bagas Wahyu Adhi, M. (2024). Use of Plasticised Concrete in Barrier Walls of Jlantah Dam Project. Jurnal Teknologi Berkelanjutan, 13(1). https://jtb.ulm.ac.id/index.php/JTB/article/view/270.

Hazel, T., Leman, S. dan Iskandar, A. (2019). Analisis Dinding Diafragma Dengan Penghilangan Ringslab Secara Efektif Pada Konstruksi Basement. Jurnal Mitra Teknik Sipil, 2(4), 47–54. https://journal.untar.ac.id/index.php/jmts/article/view/6182.

Latif, A. . (2021). Tinjauan Biaya Pelaksanaan Dinding Diaphragma Pada Proyek Pembangunan Underpass Simpang Mandai Makassar. https://www.journal.ubb.ac.id/fropil/article/view/5021.

Maharani, R.P., Nazarudin, Bahar, F. F. (2022). Pengaruh Variasi Penambahan Fly Ash Batu Bara Sebagai Pengganti Sebagian Semen Terhadap Nilai Kuat Tekan Bata Ringan. Jurnal Komposits, 3.

Mulyono, J. (2017). Konsepsi Keamanan Bendungan dalam Pembangunan dan Pengelolaan Bendungan. Jurnal Infrastrukstur, 3(1). https://simantu.pu.go.id/personal/img-post/superman/post/20181128151313__F__KMS_JURNAL_20180726113220.pdf.

Napitupulu Fatrio Berlinton, Savitri Amanatullah, I. (2022). Analisis Metode Penggantian Struktur Bawah Dermaga Laut (Studi Kasus Ponton Domestik Terminal Penumpang Selat Panjang). 5, 131–139. https://ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/jurnalkacapuri/article/view/7607.

Sasongko, I. (2023). Pengembangan Berkelanjutan Penyediaan Infrastrukstur Pada Kawasan Pemukiman Secara Berkelanjutan. Pt. Muara Karya (Anggota Ikapi). https://eprints.itn.ac.id/11360/.

##submission.additionalFiles##

Diterbitkan

2025-07-29