IDENTIFIKASI PENYEDIAAN AIR BAKU PULAU KIMAAM

Penulis

  • Hayu Rahayu Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Batik Surakarta
  • Andri Kurniawan Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Batik Surakarta
  • Ahmad Hidayawan Program Studi Teknik Sipil, Universitas Islam Batik Surakarta

Kata Kunci:

Pulau Kimaam, air baku, ketersediaan air, kebutuhan air

Abstrak

Penyediaan air baku di Pulau Kimaam belum maksimal sehingga mengakibatkan penduduk
setempat kekurangan air bersih untuk memenuhi kesejahteraan masyarakatnya. Oleh karena itu perlu
dilakukan identifikasi penyediaan air baku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain
untuk menganalisis ketersediaan menggunakan F.J Mock, sedangkan metode yang digunakan untuk
menganalisis kebutuhan air baku menggunakan Standar kebutuhan air domestik dari Dirjen Cipta Karya.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa Pulau Kimaam memiliki ketersediaan air 155,28
mm, debit andalan 95% total pulau Kimaam 541,11 m3/detik, sedangkan proyeksi kebutuhan air tahun
2015 = 0,04 lt/detik, tahun 2020 = 0,04 lt/detik, tahun 2025 = 0,07 lt/detik, tahun 2030 = 0,12 lt/detik
dan tahun 2035 = 0,20 lt/detik. Pulau Kimaam belum memiliki bangunan penyedia air baku yang
memadai, sehingga perlu dibangun bendungan yang memiliki bangunan pembilas serta pompa pada
bendungan tersebut. Selain bendungan dibutuhkan bak penampung dan reservoir. Pembangunan hidran
umum untuk mengalirkan air ke pemukiman penduduk juga disarankan pembangunannya

Referensi

A. Afifi, N. Pandjaitan, A. Sapei. 2021. Water demand in Ngantru Hamlet Bojonegoro Regency,

Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 871 012039.

A. Alamanos, Stamatis Sfyris, C. Fafoutis, N. Mylopoulos. 2020. Urban water demand assessment

for sustainable water resources management, under climate change and socioeconomic changes. Water

supply : the review journal of the International Water Supply Association 20 (2): 679–687.

Departemen Pekerjaan Umum, 1986. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Direktorat Jenderal

Pengairan.

Dongsheng Wang. 2016. Raw water quality assessment for the treatment of drinking water.

Environmental Earth Sciences (2016) 75:1327.

Grigg, Neil, 1988. Infrastructure Engineering and Management. John Wiley & Sons.

Hanson Mensah-Akutteh, R. Buamah, S. Wiafe, K. Nyarko. 2022. Raw water quality variations and

its effect on the water treatment processes. Cogent Engineering. 9: 2122152.

Kodoatie, Robert J., 1996. Pengantar Hidrogeologi. Penerbit Andi Offset, Yogyakarta

Martina Flörke, Christof Schneider, Robert I. McDonald. 2018. Water competition between cities and

agriculture driven by climate change and urban growth. Nature Sustainability.

PP RI No. 42 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Air.

Vorstius, Carolin; Rowan, John; Brown, Iain; Frogbrook, Zoe; Palarea-Albaladejo, Javier. 2019.

Large-scale risk screening of raw water quality in the context of drinking water catchments and

integrated response strategies. Environmental Science and Policy. Volume 100, October 2019, Pages

-93

##submission.additionalFiles##

Diterbitkan

2023-08-01