PSIKOEDUKASI PERILAKU ANTI VANDALISME KE SISWA SMA NEGERI 3 KOTA TERNATE
Keywords:
Psikoedukasi, Vandalisme, Kontrol Diri, SiswaAbstract
Perilaku vandalisme di lingkungan sekolah, seperti mencoret dinding, meja, kursi, dan fasilitas umum, merupakan permasalahan yang dapat mengganggu kenyamanan belajar serta mencerminkan rendahnya kontrol diri, kesadaran terhadap norma, dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai dampak perilaku vandalisme, membentuk sikap anti-vandalisme, serta memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 3 Kota Ternate dengan menggunakan pendekatan psikoedukatif yang interaktif, partisipatif, dan reflektif. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, psikoedukasi, pelatihan kontrol diri dan disiplin positif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, pemanfaatan media edukasi digital, serta penguatan dukungan teman sebaya melalui pembentukan agen perubahan anti-vandalisme. Evaluasi dilakukan melalui observasi, refleksi siswa, serta pengukuran pengetahuan dan pemahaman menggunakan pre-test dan post-test dengan melibatkan guru Bimbingan dan Konseling serta wali kelas. Kegiatan diarahkan pada penguatan school belongingness, kepedulian terhadap fasilitas sekolah, dan pembentukan budaya sekolah yang positif. Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, kontrol diri, kepedulian, serta tanggung jawab siswa dalam mencegah perilaku vandalisme dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, tertib, dan kondusif.
References
Astuti SD, Handayani E. (2020). Psikoedukasi sebagai upaya pencegahan perilaku menyimpang pada remaja. J Psikol Pendidik dan Konseling. 94 Hal.
Darmawan D. (2016). Pendidikan karakter dalam konteks sosial dan budaya sekolah. Bandung: Alfabeta.
Hafina, A., Nur, L., & Malik, A. A. (2022). The development and validation of a character education model through traditional games based on the Socratic method in an elementary school. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 41(2).
Hidayat, M., Rozak, R. W. A., Hakam, K. A., Kembara, M. D., & Parhan, M. (2022). Character education in Indonesia: How is it internalized and implemented in virtual learning? Jurnal Cakrawala Pendidikan, 41(1).
Martínez-Fernández, M. B., Díaz-Aguado, M. J., Chacón, J. C., & Martín-Babarro, J. (2020). Student misbehaviour and school climate: A multilevel study. Psicología Educativa, 26(2), 103–110.
Sari NP, Prasetyo AR. (2019) Perilaku vandalisme pada remaja ditinjau dari kontrol diri dan konformitas teman sebaya. J Psikol Sos. 45–56 Hal.
Seon, Y., & Smith-Adcock, S. (2021). School belonging, self-efficacy, and meaning in life as mediators of bullying victimization and subjective well-being in adolescents. Psychology in the Schools, 58(9), 1753–1767.
Su, N., & Wang, H.-P. (2022). The influence of students’ sense of social connectedness on prosocial behavior in higher education institutions in Guangxi, China: A perspective of perceived teachers’ character teaching behavior and social support. Frontiers in Psychology, 13, 1029315.
Thomas, K. J., da Cunha, J., & Santo, J. B. (2022). Changes in character virtues are driven by classroom relationships: A longitudinal study of elementary school children. School Mental Health, 14, 266–277.
Xu, Z., & Fang, C. (2021). The relationship between school bullying and subjective well-being: The mediating effect of school belonging. Frontiers in Psychology, 12, 725542.



